A.
Analysis of
Varience
Analysis of Varience/ANOVA digunakan
untuk menguji perbedaan rata-rata lebih dari dua sampel
Dasar Pengujian: Pengambilan
keputusan menggunakan distribusi F. Oleh karena itu Uji Anova sering pula
disebut Uji-F.
Keunggulan:
• Mampu melakukan perbandingan untuk banyak variabel juga
antar replikasi (pengulangan) observasi.
• Dapat mengurangi sejumlah kesalahan yang mungkin terjadi
dalam perhitungan.
Asumsi:
•
Data berdistribusi
normal
•
Skala pengukuran
minimal interval
•
Varians homogen
•
Pengambilan sampel
secara acak dan masing-masing sampel independen
B.
Pembagian ANOVA:
A)
One Way ANOVA (satu arah): beberapa kelompok yang dihadapi merupakan pembagian dari satu variabel
bebas. Anova satu arah
(one way anova) digunakan apabila yang akan dianalisis terdiri dari satu
variabel terikat dan satu variabel bebas. Interaksi suatu kebersamaan antar
faktor dalam mempengaruhi variabel bebas, dengan sendirinya pengaruh
faktor-faktor secara mandiri telah dihilangkan. Jika terdapat interaksi berarti
efek faktor satu terhadap variabel terikatakan mempunyai garis yang tidak
sejajar dengan efek faktor lain terhadap variabel terikat sejajar (saling
berpotongan), maka antara faktor tidak mempunyai interaksi. Ada tiga bagian
pengukuran variabilitas pada data yang akan dianalisis dengan anova, yaitu :
1. Variabilitas
antar kelompok (between treatments variability) Variabilitas antar kelompok
adalah variansi mean kelompok sampel terhadap rata-rata total, sehingga
variansi lebih terpengaruh oleh adanya perbedaan perlakuan antar kelompok, atau
Jumlah Kuadrat antar kelompok (Jka).
Rumusnya adalah :

Atau bisa dicari dengan rumus :

Keterangan :
k = banyaknya kelompok
T = total X masing-masing kelompok
G = total X keseluruhan
n = jumlah sampel masing-masing kelompok
N = jumlah sampel keseluruhan
One Way ANOVA digunakan untuk menguji
perbedaan rata-rata lebih dari dua sampel.
Asumsi-asumsi One Way ANOVA:
ร Populasi yang
akan diuji berdistribusi normal.
ร Varians dari
populasi-populasi tersebut adalah sama.
ร Sampel tidak
berhubungan satu dengan yang lain.
Prosedur Uji Hipotesis Anova Satu Arah :
1.
Menentukan
Hipotesis (Ho dan H1)
-
Hm =
m = =
mk : ... 0 1 2
Yaitu artinya, semua rata-rata (mean )
populasi adalah sama
Tidak ada efek faktor terhadap variabel
respon
-
H1
: Tidak semua m i sama,
i=1,2,…k
Yaitu artinya, minimal satu rata-rata
populasi berbeda (yang lainnya sama)
Ada efek atau pengaruh faktor terhadap
variabel respon
Tidak berarti bahwa semua populasi
berbeda
2.
Menentukan
tingkat Signifikansi ( a )
3.
Tentukan
derajat kebebasan (df)
df JKa = k-1
df
JKd = N-k
4.
Analisis
dan Menentukan F-hitung dan F-tabel
5.
Menentukan
daerah Kritis
Menentukan
daerah Kritis
-
H0
ditolak jika Sig. < a
-
H0
ditolak jika F-hitung > F-tabel
6.
Menentukan
kriteria pengujian
Ho diterima jika ≤ F tabel
Ha diterima jika > F tabel
Untuk menentukan Ho atau Ha diterima
maka ketentuan yang harus diikuti adalah :
a.
Bila
F hitung sama atau lebih kecil dari F tabel maka Ho diterima dan Ha di tolak.
b.
Bila
F hitung lebih besar dari F tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima.
7.
Keputusan
8.
Pasca
Anova (jika ada).
9.
Kesimpulan
B)
Two Way ANOVA (dua arah): beberapa kelompok yang dihadapi merupakan pembagian dari beberapa variabel
bebas. ANOVA dua arah ini digunakan bila sumber keragaman yang terjadi tidak
hanya karena satu faktor (perlakuan).Faktor lain yang mungkin menjadi sumber
keragaman respon juga harus diperhatikan.Faktor lain ini bisa perlakuan lain
atau faktor yang sudah terkondisi. Pertimbangan memasukkan faktor kedua
sebagai sumber keragaman ini perlu bila faktor itu dikelompokkan
(blok),sehingga keragaman antar kelompok sangat besar,tetapi kecil dalam
kelompok sendiri.
Tujuan dan pengujian ANOVA 2 arah ini
adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh dari berbagai kriteria yang diuji
terhadap hasil yang diinginkan.

Keterangan :
JKT : Jumlah Kuadrat Total
JKB : Jumlah Kuadrat Baris
JKK : Jumlah Kuadrat Kolom
JKG : Jumlah Kuadrat Galat


