All of my design 4 Years ago
Kamis, 17 November 2016
Minggu, 30 Oktober 2016
SOUTH KOREA #2 (School, Project, New Friends)
With this post I will tell you about my Student Exchange life in South Korea.
As you know, when I'm doing SE in Korea I also take some course from Indonesia (Online) which also some teacher of my home university gave me some Assignment. So I'm a lil bit busy because of that.
I'm officially start my Class on Monday March 7th, 2016. The first class that I attend was Principle of Marketing class with Mr. James from Canada as my teachers. This Class was 3 hours class with mostly individual presentation and assignment.
The Next day (Tuesday) I have a Engineering Psychology class with Prof. Cha Woochang because this class is mixed with Foreigner and Korean so the teacher speak Korean and also English.
For Wednesday I'm free, but Thursday I've two class. The First is Engineering Psychology Class and Korean Class.
For Korean class, the teacher actually can't speak English, so he ask for the people who can speak both English and Korean (including me) to help him.
For Friday morning, I've daily meeting with Prof Shin Sungwoo and also some of other people who do some project. In this Project I made a game based Oculus which is kind of FPS Military Game.
March 18th was the Welcoming Party from International Office.
Before that day, we actually have a team which include Foreigner and also Korean. I'm part of Techno 2 Team, and this is My member
From Left to Right
(Kim Wonkyung(김원경)/Bono - Me - 강한경/Han - Citra - Bey - Kim Youngsoo/김영수(Leader) - Kim Youngho/김영호 - Aziz - Jung Jaehak/정재학 - Jonas - Lee Cheonghwa(이청화)/Haya (My Buddy) - Gibs)
In Welcoming Party we prepare some Performance, we sing to Sistar 19 - Ma Boy it's Actually only Me, Citra, Bey, Jonas and Bono. But we do it good so we got the 2nd Place!
Ma boy team feat Leadernim
Techno 2 Team
In this Welcoming Party I met a lot of friends (mostly Korean) and had a really gr8 time!
Rabu, 15 Juni 2016
SOUTH KOREA #1 (Arrival)
Hello!
LET'S FLASHBACK
Today is June 16th, 2016 around 1.21AM KST.
I'm writing this because I'm kind of bored and a little bit stress because I have 3 Exam today.
Well actually I want to start doing flashback about my Good Times in Korea for being an Exchange Students from My University (Telkom University) to Kumoh Institute of Technology in Gumi, South Korea Since the day when I have to back to Indonesia is near :(
So, I went to Korea on February 29th 2016 from Soekarno Hatta International Airport, to Incheon Airport (CGK-ICN) using KoreanAir. Actually from my University, this is the 5th Batch so I went to Korea with other 14 Friends, 1 is my Senior, 2 are my Junior and the other is the same Grade as me (2nd Grade/4th Semester).
We arrived in Incheon around 5PM KST - 3PM WIB, when we arrived it's actually still Winter and IT WAS REALLY COLD LIKE (-10 DEGREES OR WHAT). We do something about the Immigration things and voila! it's finished.
And than, After that we go out and suddenly we meets with some People, and it's actually one of the Business Partners of my Friends Dad and they treat us food.
Since that day I gain more confidence for speak Korean. They actually say that My Korean is good! it's actually the 2nd time Korean people tell me that my Korean is great :p
After that we buy a tickets from Incheon to Gumi, which it cost 33.000 Won! it's a little bit expensive because it's night time (around 10/11PM) and since I really can't sleep in the Plane so I sleep in the bus (I Play and watch movies all the time lol xD). We arrived in Gumi around 2AM KST (from here I'll start using KST) and the Buddies pick us up to our Dormitory and it's the first time I met my Buddy! His name is 이청화 his English name is Haya, before we only chat using KakaoTalk but now we're meet and he was really kind!
After we arrived in the Dorm we go to our room, and sadly I'm the one from Indonesian girls who is separated. Because the girls is 9 peoples and its only 4 People on each room. I know who is my Roomates, they're from China. But they didn't come when I arrived and I'm all alone for about 4 days.
It was really cold like almost -12 degrees, I'm all alone but its good because the heater is on. After packing my luggage I go sleep and the next day I wake up like 10AM in the morning and my stomach is starting to burning because I'm hungry xD
MY TICKETS
SELFIE WITH SOME FRIENDS BEFORE GOING
IN THE PLANE (PLANE FOOD?XD)
ARRIVED INCHEON
A PICTURE WITH MY FRIENDS DAD BUSINESS PARTNERS
COLD ICN
GOING TO GUMI, AROUND 11.30PM
IN FRONT OF MY ROOM, 2AM.
MARCH 1ST 2016
Selasa, 17 Mei 2016
ANOVA
A.
Analysis of
Varience
Analysis of Varience/ANOVA digunakan
untuk menguji perbedaan rata-rata lebih dari dua sampel
Dasar Pengujian: Pengambilan
keputusan menggunakan distribusi F. Oleh karena itu Uji Anova sering pula
disebut Uji-F.
Keunggulan:
• Mampu melakukan perbandingan untuk banyak variabel juga
antar replikasi (pengulangan) observasi.
• Dapat mengurangi sejumlah kesalahan yang mungkin terjadi
dalam perhitungan.
Asumsi:
•
Data berdistribusi
normal
•
Skala pengukuran
minimal interval
•
Varians homogen
•
Pengambilan sampel
secara acak dan masing-masing sampel independen
B.
Pembagian ANOVA:
A)
One Way ANOVA (satu arah): beberapa kelompok yang dihadapi merupakan pembagian dari satu variabel
bebas. Anova satu arah
(one way anova) digunakan apabila yang akan dianalisis terdiri dari satu
variabel terikat dan satu variabel bebas. Interaksi suatu kebersamaan antar
faktor dalam mempengaruhi variabel bebas, dengan sendirinya pengaruh
faktor-faktor secara mandiri telah dihilangkan. Jika terdapat interaksi berarti
efek faktor satu terhadap variabel terikatakan mempunyai garis yang tidak
sejajar dengan efek faktor lain terhadap variabel terikat sejajar (saling
berpotongan), maka antara faktor tidak mempunyai interaksi. Ada tiga bagian
pengukuran variabilitas pada data yang akan dianalisis dengan anova, yaitu :
1. Variabilitas
antar kelompok (between treatments variability) Variabilitas antar kelompok
adalah variansi mean kelompok sampel terhadap rata-rata total, sehingga
variansi lebih terpengaruh oleh adanya perbedaan perlakuan antar kelompok, atau
Jumlah Kuadrat antar kelompok (Jka).
Rumusnya adalah :

Atau bisa dicari dengan rumus :

Keterangan :
k = banyaknya kelompok
T = total X masing-masing kelompok
G = total X keseluruhan
n = jumlah sampel masing-masing kelompok
N = jumlah sampel keseluruhan
One Way ANOVA digunakan untuk menguji
perbedaan rata-rata lebih dari dua sampel.
Asumsi-asumsi One Way ANOVA:
Ø Populasi yang
akan diuji berdistribusi normal.
Ø Varians dari
populasi-populasi tersebut adalah sama.
Ø Sampel tidak
berhubungan satu dengan yang lain.
Prosedur Uji Hipotesis Anova Satu Arah :
1.
Menentukan
Hipotesis (Ho dan H1)
-
Hm =
m = =
mk : ... 0 1 2
Yaitu artinya, semua rata-rata (mean )
populasi adalah sama
Tidak ada efek faktor terhadap variabel
respon
-
H1
: Tidak semua m i sama,
i=1,2,…k
Yaitu artinya, minimal satu rata-rata
populasi berbeda (yang lainnya sama)
Ada efek atau pengaruh faktor terhadap
variabel respon
Tidak berarti bahwa semua populasi
berbeda
2.
Menentukan
tingkat Signifikansi ( a )
3.
Tentukan
derajat kebebasan (df)
df JKa = k-1
df
JKd = N-k
4.
Analisis
dan Menentukan F-hitung dan F-tabel
5.
Menentukan
daerah Kritis
Menentukan
daerah Kritis
-
H0
ditolak jika Sig. < a
-
H0
ditolak jika F-hitung > F-tabel
6.
Menentukan
kriteria pengujian
Ho diterima jika ≤ F tabel
Ha diterima jika > F tabel
Untuk menentukan Ho atau Ha diterima
maka ketentuan yang harus diikuti adalah :
a.
Bila
F hitung sama atau lebih kecil dari F tabel maka Ho diterima dan Ha di tolak.
b.
Bila
F hitung lebih besar dari F tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima.
7.
Keputusan
8.
Pasca
Anova (jika ada).
9.
Kesimpulan
B)
Two Way ANOVA (dua arah): beberapa kelompok yang dihadapi merupakan pembagian dari beberapa variabel
bebas. ANOVA dua arah ini digunakan bila sumber keragaman yang terjadi tidak
hanya karena satu faktor (perlakuan).Faktor lain yang mungkin menjadi sumber
keragaman respon juga harus diperhatikan.Faktor lain ini bisa perlakuan lain
atau faktor yang sudah terkondisi. Pertimbangan memasukkan faktor kedua
sebagai sumber keragaman ini perlu bila faktor itu dikelompokkan
(blok),sehingga keragaman antar kelompok sangat besar,tetapi kecil dalam
kelompok sendiri.
Tujuan dan pengujian ANOVA 2 arah ini
adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh dari berbagai kriteria yang diuji
terhadap hasil yang diinginkan.

Keterangan :
JKT : Jumlah Kuadrat Total
JKB : Jumlah Kuadrat Baris
JKK : Jumlah Kuadrat Kolom
JKG : Jumlah Kuadrat Galat

Goodness Of Fit
A.
Pengujian
Goodness Of Fit
Pengujian hipotesis kompatibilitas (goodness of fit)
merupakan pengujian hipotesis untuk menentukan apakah suatu himpunan frekuensi
yang diharapkan sama dengan frekuensi yang diperoleh dari suatu distribusi,
seperti distribusi binomial, poisson, normal, atau dari perbandingan lain.
Jadi, uji goodness of fit merupakan pengujian kecocokan atau kebaikan suai
antara hasil pengamatan (frekuensi pengamatan) tertentu dengan frekuensi yang
diperoleh berdasarkan nilai harapannya (frekuensi teoretis).
B.
Uji Kecocokan atau
Uji Kebaikan Suai:
Pengujian kecocokan atau kesesuaian antara frekuensi
teramati dengan frekuensi harapan yang didasarkan pada besaran:
|
Dimana:
k: Jumlah sel atau
kelas, dengan i = 1, 2, 3, ..., k.
oi: Frekuensi pengamatan
ei: Frekuensi harapan
Contoh:
Sebuah mall di Yogya memiliki 5 buah
toko. Seorang analis ingin mengetahui apakah konsumen sama senangnya berbelanja
di kelima toko tersebut. Dia mengumpulkan 1000 konsumen yang paling sering
berbelanja ke mall tersebut. Datanya dirangkam dalam tabel berikut ini
|
Toko
|
A
|
B
|
C
|
D
|
E
|
|
Frekuensi
|
214
|
231
|
182
|
154
|
219
|
1.
Langkah pertama yang dilakukan untuk menjawab masalah di atas
adalah menentukan rumusan hipotesis terlebih dahulu. Rumusan hipotesis adalah
H0 : proporsi konsumen yang berkunjung kelima toko itu sama. (jika proporsinya
dianggap sama, maka proporsi untuk setiap toko adalah 1/5 = 0,2 H1 : paling
tidak dua diantara toko tersebut memiliki proposi yang tidak sama dengan 0,2.
2.
Langkah kedua adalah menentukan rumus/distribusi yang akan
digunakan. Dalam kasus ini, dikarenakan terdapat 5 kategori, maka kita akan
menggunakan distribusi chi square.
3.
Langkah ketiga adalah menentukan daerah penolakan hipotesis.
Dengan alpha sebesar 0,01 dan df = 5 – 1 = 4 maka nilai chi square tabel atau
nilai kritis penolakan hipotesis adalah 13,227. Artinya bahwa jika statistic
hitung di atas statistic tabel, maka hipotesis nol ditolak.
4. Langkah
keempat adalah menentukan nilai statistic hitung (uji) dengan cara kita membuat
tabel seperti dibawah ini untuk mempermudah perhitungan.
Uji Hipotesa
A. Uji
Hipotesa
Hipotesis pada dasarnya merupakan suatu proposisi
atau anggapan yang mungkin benar, dan sering digunakan sebagai dasar pembuatan
keputusan/pemecahan persoalan ataupun untuk dasar penelitian lebih lanjut.
Hipotesis statistik ialah suatu pernyataan tentang bentuk fungsi suatu variabel
atau tentang nilai sebenarnya suatu parameter
B.
Pengujian
Hipotesis Statistik
Pengujian Hipotesis adalah prosedur yang
didasarkan pada bukti sampel yang dipakai untuk menentukan
apakah hipotesis merupakan suatu pernyataan yang
wajar dan oleh karenanya tidak ditolak, atau hipotesis tersebut tidak wajar dan
oleh karenanya ditolak.
Kebenaran
dari suatu hipotesis tidak akan diketahui sebelum kita memeriksa keseluruhan
dari Populasi. Namun karena tidak memungkinkan untuk memeriksa seluruh
Populasi, maka kita akan mengambil sampel dari populasi tersebut dan menggunakan informasi atau bukti dari sampel tersebut untuk menerima atau menolak suatu hipotesis.
Penerimaan suatu hipotesis
terjadi karena tidak cukup bukti untuk menolak-nya dan bukan karena hipotesis itu
benar, dan Penolakan suatu hipotesis
terjadi karena tidak cukup bukti untuk menerimanya-nya dan bukan karena hipotesis itu
salah
C. Perumusan suatu
Hipotesis
Perumusan Hipotesis adalah kesimpulan yang ditarik
sebagai jawaban sementara terhadap masalah penelitian. Perumusan suatu hipotesis sering dipengaruhi oleh bentuk peluang kesimpulan
keliru. Agar mendapat dukungan yg kuat, maka suatu dugaan sering disampaikan
dlm bentuk penolakan hipotesis
Tujuan perumusan hipotesis adalah
sebagai langkah untuk menfokuskan masalah, mengidentifikasikan data-data yang
relevan untuk dikumpulkan, menunjukkan bentuk desain penelitian, termasuk
teknik analisis yang akan digunakan, menjelaskan gejala sosial, mendapatkan
kerangka penyimpulan, merangsang penelitian lebih lanjut.
Hipotesis
harus memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut.
1.
Hipotesis harus menyatakan pertautan dua variabel atau lebih.
2.
Hipotesis harus jelas, tidak membingungkan dan dalam bentuk deklaratif atau
pernyataan.
3.
Hipotesis harus dapat diuji secara empiris, yang berarti bahwa seseorang
mengumpulkan data yang tersedia di lapangan untuk menguji kebenaran hipotesis
tersebut.
D. Tipe – tipe Hipotesis Statistik
1.
Hipotesis
Deskriptif Hipotesis deskriptif adalah dugaan tentang nilai suatu variabel
mandiri, tidak membuat perbandingan atau hubungan. Dalam perumusan hipotesis
statistik, antara hipotesis nol (H0) dan hipotesis alternatif (Ha) selalu
berpasangan, bila salah satu ditolak, maka yang lain pasti diterima sehingga
dapat dibuat keputusan yang tegas, yaitu kalau H0 ditolak pasti Ha diterima.
Hipotesis statistik dinyatakan melalui simbol-simbol.
Contoh:
Suatu
perusahaan minimum harus mengikuti ketentuan, bahwa salah satu unsur kimia
hanya boleh dicampurkan paling banyak 1%. Dengan demikian rumusan hipotesis
statistik adalah : 𝐻0: 𝜇 ≤ 0,01 𝐻𝑎: 𝜇 > 0,01
2.
Hipotesis
Komparatif Hipotesis komparatif adalah pernyataan yang menunjukkan dugaan nilai
dalam satu variabel atau lebih pada sampel yang berbeda.
Contoh:
Apakah
ada perbedaan daya tahan lampu merk A dan B ?
Rumusan
Hipotesis adalah :
a.) Tidak terdapat
perbedaan daya tahan lampu antara lampu merk A dan B.
b.) Daya tahan lampu
merk B paling kecil sama dengan lampu merk A.
c.) Daya tahan lampu
merk B paling tinggi sama dengan lampu merk A.
Hipotesis
statistiknya adalah :
Rumusan
uji hipotesis dua pihak:
𝐻0:𝜇1 = 𝜇2
𝐻𝑎: 𝜇1
≠ 𝜇2
Rumusan
uji hipotesis satu pihak:
𝐻0:𝜇1 ≥ 𝜇2
𝐻𝑎: 𝜇1
< 𝜇2
Rumusan
uji hipotesis satu pihak:
𝐻0:𝜇1 ≤ 𝜇2
𝐻𝑎: 𝜇1
> 𝜇2
3.
Hipotesis
Hubungan (Assosiatif) Hipotesis asosiatif adalah suatu pernyataan yang
menunjukkan dugaan tentang hubungan antara dua variabel atau lebih
Contoh:
“Apakah
ada hubungan antara Gaya Kepemimpinan dengan Efektifitas Kerja ?”
Rumus
dan hipotesis nolnya adalah :
Tidak
ada hubungan antar gaya kepemimpinan dengan efektifitas kerja.
Hipotesis
statistiknya adalah ;
𝐻0: 𝜌 = 0 𝐻𝑎: 𝜌 ≠ 0 ( 𝜌
= simbol yang menunjukkan kuatnya hubungan)
E.
Tipe-tipe
Kesalahan
Dalam
melakukan pengujian hipotesis, ada dua macam kesalahan yang dapat terjadi,
dikenal dengan nama-nama :
1.
Kesalahan
tipe I yaitu menolak hipotesis (H0) yang seharusnya tidak ditolak atau Ho
ditolak padahal Ho benar. Kesalahan ini disebut kesalahan α.
2.
Kesalahan
tipe II yaitu tidak menolak hipotesis (H0) yang seharusnya ditolak atau Ho
diterima padahal Ho salah. Kesalahan ini disebut kesalahan β.
F.
Prosedur Uji
Hipotesis
Pengujian
hipotesis ada tiga macam yaitu :
1.
Uji
dua pihak
2.
Uji
satu pihak yaitu pihak kanan
3.
Uji
satu pihak yaitu pihak kiri
Untuk
dapat memutuskan apakah H0 ditolak atau diterima, maka diperlukan kriteria
tertentu dengan nilai tertentu baik dari hasil perhitungan maupun hasil dari
tabel. Kedua hasil tersebut
dibandingkan. Dalam hal ini dimisalkan menggunakan perhitungan t dengan
menggunakan rumus t sehingga diperoleh t-hitung. Kemudian dicari t-tabel dari
tabel t dengan 𝛼 tertentu. Nilai t-tabel dua
pihak dan satu pihak dengan 𝛼 tertentu diperoleh
dengan melihat daftar atau tabel t. Sebelum mengadakan pengujian hipotesis,
maka asumsi – asumsi yang berlaku hendaklah dipenuhi terlebih dahulu.
Asumsi-asumsi
yang diperlukan sebelum melakukan pengujian hipotesis adalah :
1.
Nyatakanlah
data yang akan diuji tersebut berasal dari sampel atau populasi. Jika
menggunakan data sampel, maka rata – ratanya adalah 𝜇.
Dan jika menggunakan data populasi, maka rata – ratanya adalah 𝜎.
2.
Data
yang diuji berdistribusi normal.
G.
Langkah uji
Hipotesa
1.
Tulis
Ha dan H0 dalam bentuk kalimat.
2.
Tulis
Ha dan H0 dalam bentuk statistik.
3.
Hitung
𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 atau 𝑧-ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 (salah satu
tergantung 𝜎 tak diketahui atau diketahui)
Jika
𝜎 tidak diketahui, maka 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 adalah :

Di
mana :
𝑥̅ = rata-rata data yang ada
𝜇0 = rata-rata sekarang
𝑠 = simpangan baku
𝑛 = jumlah data sampel
Jika
𝜎 diketahui, maka 𝑧
ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 adalah :
𝑥̅ = rata-rata data yang ada
𝜇0 = rata-rata sekarang
𝜎 = simpangan baku
𝑛 = jumlah data sampel
4.
Tentukan
taraf signifikansi (𝛼).
5.
Cari
𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 dengan
ketentuan :
𝛼 seperti langkah 4,
𝑑𝑘 = 𝑛
− 1
Dengan
menggunakan tabel t diperoleh 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 atau 𝑧-𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙
6.
Tentukan
kriteria pengujian.
7.
Bandingkan
𝑡-ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 dengan 𝑡-𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 atau 𝑧-ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 dengan 𝑧𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙
8.
Buatlah
kesimpulannya
Langganan:
Postingan (Atom)




























